Majelis Himmah MajelisHimmah.com merupakan media online sebagai ruang taklim untuk belajar agama Islam dengan merujuk dari kitab-kitab salafussolhin.

HARUS PUNYA 4 HAL INI, JIKA INGIN BERUBAH JADI BAIK.

2 min read

HARUS PUNYA 4 HAL INI, JIKA INGIN BERUBAH JADI BAIK.

Sobat, dalam diri kita terkadang timbul keinginan untuk berubah. Terkadang, dalam keadaan yang terus menerus sama seperti ini, kita sudah terlalu lelah. Namun, saat keingina itu datang kita tak tahu bagaimana harus memulai. Kadang kita pun tak tahu, apa saja yang harus kita miliki untuk mendukung niat mulia tersebut.

Maka, mari kita bahas secara bertahap, apa saja yang harus dimiliki oleh seseorang jika dia ingin berubah menjadi lebih baik.

Tahapn untuk Berubah Menjadi Lebih Baik

PERTAMA, Mempelajari Kekurangan Dari Diri Guru yang Mendidik

Guru di sini, bukan sebatas guru yang menyampaikan materi, namun lebih kepada guru yang benar-benar membimbing hati, mendidik diri, serta selalu memberitahukan setiap kekurangan-kekurangan pada kita untuk diperbaiki.

Jika ingin berubah jadi lebih baik, maka bersimpuhlah pada seorang guru yang menunjukkan jalan kita. Dengarkan setiap nasehatnya, laksanakan dengan sepenuh hati tanpa melawannya. Jangan pernah sekali pun berprasangka buruk. Apalagi dengan dasar prasangka itu lalu kita meninggalkan guru kita.

Sadarilah bahwa setiap nasehatnya adalah obat untuk luka kita. Bukan luka yang ada di badan, namun di dalam hati ini. Karena sosok guru lah yang lebih mengerti.

Apakah guru yang kita pilih harus seorang manusia sempurna? Tentu tidak. Sebab jika yang kit cari adalah manusia sempurna tanpa kesalahan, niscaya kita selamanya tak akan pernah memiliki guru, sebab kesempurnaan manusia hanya ada pada Nabi Kita yang mulia.

Pilihlah guru yang dari dirinya terpancar kesolehan, dari prilakunya kita bisa mengambil teladan, dan dari kata-katanya kita banyak mendapatkan pelajaran. Guru yang semata hanya mengajak kita untuk semakin dekat dengan Allah Ta’ala, bukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Kenalilah hal itu dari orang-orang yang duduk bersamanya dan pernah mengenyam ilmu darinya, niscaya kita akan mendapatkannya.

KEDUA, Mempelajari Kekurangan dari Teman yang Jujur

Teman yang jujur maksudnya adalah teman yang siap untuk selalu meberitahukan kepada kita apa-apa saja kesalahan dan kekurangan kita tanpa melebihkan dan tanpa mengurangi. Teman seperti ini sangat kita butuhkan jika kita ingin berubah menjadi baik. Sebab yang selalu melihat dan menilai keseharian kita adalah teman-teman kita yang ada di sekitar kita. Jika ada kelebihan dia akan mendukung kita, namun jika ada kekukrangan dia pula yang kita andalkan untuk mengingatkan kita.

Sahabat pembaca, mari kita lihat semua teman yang ada di sekitar kita, baik di dunia nyata atau pun di dunia maya. Jika kita sedang salah, mereka tetap diam dan membiarkan kita berlarut-larut dalam kesalahan, maka bukan mereka teman sejati kita yang kita butuhkan. Walau pun sungguh saat kita berada bersama mereka rasanya sangat menyenangkan, karena tak akan ada yang sibuk mengomentari kesalahan-kesalahan kita.

Sebaliknya, jika kita sedang salah, justru ada teman kita yang secara sigap mengingatkan dan menasehati kita, maka mereka ini lah teman sejati yang kita butuhkan. Pertahankanlah, jangan tinggalkan, walau pun kadang terasa tidak nyaman karena selalu diingatkan dan dinasehati. Tapi pahamilah bahwa itu semua adalah wujud kepedulian dan kasih sayangnya kepada kita, bukan wujud kebencian.

Terlebih lagi di masa seperti sekarang, sangat sulit kita temukan teman yang jujur seperti ini. Yang siap untuk dibenci bahkan dijauhi, demi menyampaikan kebaikan untuk kita, sang sahabat sejati.

KETIGA, Mempelajari Kekurangan Diri dari Orang yang Memusuhi

Jika terlalu sulit bagi kita untuk mendapatkan teman yang mau selalu menasehati, maka kita bisa mengambil pelajaran dari orang yang membenci atau bahkan memusuhi kita. Karena, diakui atau tidak, seorang pembenci akan sangat jujur jika berbicara menyangkut kekurangan-kekurangan orang yang dibencinya. Dia tak akan menutup-nutupi kesalahan, apalagi menceritakan keburukan sebagai sebuah kelebihan. Tidak akan.

Maka, jika kita dibenci seseorang, jadikan pula dia sebagai tempat kita berbenah diri. Dia pasti akan sangat jujur terhadap kekurangan-kekurangan kita, maka perbaikilah.

KEEMPAT, Mempelajari Kekurangan Diri dari Kekuranagn Pada Diri Orang Lain

Cara terakhir untuk kita yang ingin berubah menjadi baik adalah dengan melihat perilaku orang lain. Jika ada prilaku orang lain yang kita tidak suka, maka berusahalah untuk tidak melakukannya pada diri kita. Sebaliknya, jika ada perilaku orang lain yang sangat kita sukai, maka tirulah untuk kita praktekkan pada diri kita. Niscaya dengan begitu kita akan bisa bertahap menjadi baik.

Demikianlah, 4 hal yang dapat menjadi jalan kita untuk mulai berubah.
Memiliki guru yang membimbing, atau memiliki teman yang jujur menasehati, atau memiliki musuh yang kritikannya bisa digunakan untuk berbenah diri dan terakhir meambil pelajaran dari perilaku-perilaku orang lain untuk dilakukan atau ditinggalkan oleh diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat dan semoga proses berubah kita ini dimudahkan oleh Allah Ta’ala, serta diiringi dengan bimbingan hidayah dan taufiq dari Allah. Amin.

0
Majelis Himmah MajelisHimmah.com merupakan media online sebagai ruang taklim untuk belajar agama Islam dengan merujuk dari kitab-kitab salafussolhin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *